Tidak Berseragam Tapi Menjadi Pilar, Dipandang Sebelah Mata Tapi Mampu Menghidupi Banyak Manusia
Insan yang tidak berseragam namun menjadi pilar dalam penyediaan ketahanan pangan namun juga di anggap rendah dalam hierarki sosial dan ekonomi, kontribusi besarnya sering kali di abaikan
Bekerja sebagai petani di anggap kurang bergengsi di banding profesi lainnya ini merupakan stigma yang tidak adil dan menghambat generasi muda untuk terjun di bidang pertanian padahal tanpa petani tidak akan ada nasi yang bisa di konsumsi setiap hari
Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), 46,30% penduduk miskin di Indonesia berasal dari pekerja yang bergerak di sektor pertanian.
Pekerjaan Petani yang sering kali di anggap remeh hanya karena terkadang harga hasil pertanian tidak sesuai dengan upaya yang dikeluarkan sehingga membuat mereka terjebak dalam siklus kemiskinan,para pemuda enggan untuk masuk di bidang pertanian hanya karena takut seperti para orang tua yang bekerja keras tapi tidak mendapatkan hasil yang sepadan, pekerjaan mulia tapi di pandang sebelah mata mencerminkan sebuah ironi dalam masyarakat modern
Hidup di daerah pedesaan setiap pemuda yang menempuh pendidikan di bidang pertanian akan selalu di hantui dengan iming² masyarakat ” Ngapain kuliah jauh² cuman ngambil jurusan pertanian, mau jadi apa?? Petani? Ngapain harus kuliah mending langsung kesawah?? ”
Cukup menohok namun semua butuh bukti nyata
Pendidikan merupakan investasi berharga untuk kesuksesan individu dan kemajuan bangsa,dapat memaksimalkan potensi dan berkontribusi positif bagi masyarakat, Masa muda adalah masa emas, penting bagi pemuda untuk beradaptasi dengan lingkungan, menjadi petani bukanlah hal yang harus ditakuti, dengan pendidikan semua akan berjalan secara terstruktur dan bisa memberi kan prospek yang menjanjikan, Pendidikan juga membekali petani dengan pengetahuan tentang manajemen keuangan dan pemasaran, serta menumbuhkan minat generasi muda pada karir di sektor pertanian. sekarang ada teknologi yang bisa membantu efesiensi
Petani memiliki peran penting tidak hanya dalam ketahanan pangan tapi juga keberlanjutan lingkungan, praktik pertanian membantu melestarikan alam, Sebagai generasi muda pada saat ini buanglah stigma bahwa petani hanyalah orang yang hidup dibawah paparan sinar matahari, berangkat membawa cangkul di atas pundak, pakaian yang lusuh seakan tak layak padahal dari itu semua manusia bisa makan dengan layak
Baru-baru ini Sektor pertanian mencatatkan prestasi membanggakan. Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menurut lapangan usaha pada triwulan I tahun 2025 (year on year) mencapai 10,52 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah, menjadi bukti nyata bahwa kebijakan yang berpihak pada produksi nasional memberikan dampak signifikan bagi perekonomian.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa pertanian bukan hanya sektor tradisional, tetapi juga sektor strategis yang mampu menopang dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan
Menjadi bukti nyata bahwa pendapatan pertanian tidak hanya memenuhi kebutuhan keluarga tapi menjadi penyumbang terbesa devisa negara Indonesia
Penulis : Shofiya




