Kajian Fakultatif Strategi Mengatasi Kelangkaan dan Mahalnya Pupuk Anorganik
Pamekasan. f
p.uim.ac.id – Mahasiswa Fakultas Pertanian melaksanakan kegiatan Kajian Fakultatif pada Rabu, 31 Maret 2021 yang berlokasikan di Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan. Kajian Fakultatif ini merupakan kegiatan internal rutinan BEM FP yang merupakan kegiatan yang wajib diikuti mahasiswa pertanian dari semua tingkatan.
Pada kajian kali ini yang difasilitatori langsung oleh Agus Isyanto Sp.,M.Agr. beliau adalah ketua dibidang penelitian hama dan penyakit, ketua gapoktan dan alumni UIM pada 2006 dan juga sebagai dosen Faperta, dalam kajian fakultatif ini beliau memaparkan mengenai persoalan yang belum difahami dan yang menjadi masalah bagi para petani tentang mahalnya harga pupuk seperti urea, karena petani belum memahami betul tentang Bokashi dan POC (Pupuk Organik Cair), tentang pemakaiannya.
Beliau menjelaskan sangat detail mengenai pupuk organik dan memberikan solusi bagaimana kita mengatasi persoalan yang para petani sendiri belum memahaminya agar para petani juga memahami begitu pentingnya pemanfaatan pupuk organik. “kita harus memanfaatkan dengan baik pupuk organik dengan beberapa tahap yang ada” ucapnya (Agus Isyanto Sp.M.agr)
Saudara Junaidi selaku HOC BEM FP, memaparkan akan mengadakan tindak lanjut dari kajian fakultatif kali ini akan mengadakan juga pelatihan khusus pembuatan pupuk bokashi, “Tujuan Utama kegiatan ini adalah agar Mahasiswa Faperta faham tentang begitu pentingnya pupuk organik, agar seperti persoalan kelangkaan pupuk organik dan mahalnya harga tidak lagi terjadi seperti tahun ini, yang kedua agar terciptanya petani milenial yang faham betul terkait persoalan pertanian dan menagatasi dinamika pertanian dari hulu ke hilir” Ujarnya (Junaidi)
(NADIA_M)




