Kuliah Tamu
Fakultas Pertanian Universitas Islam Madura Gelar Kuliah Tamu Dan Penandatanganan MoU

Kegiatan kuliah tamu tersebut mengangkat tema “Penerapan Pertanian Regeneratif Dalam Mendukung Kelestarian Lingkungan” dengan dihadiri oleh Dekan FP, undangan dosen FP, serta seluruh mahasiswa FP baik Agribisnis, Agroteknologi, maupun Agrobisnis Perikanan.
Diketahui kuliah tamu tersebut dihadiri oleh tiga narasumber yakni: Hari Puji Irianto, S.P., Ahmad Syarif Nur F, M.P., dan Agus Widodo, S.P dengan mengangkat materi yang berbeda sesuai dengan tiga prodi di Fakultas Pertanian.
Dekan Fakultas Pertanian, Soimus Sholeh, M.P mengatakan dalam sambutannya, kegiatan ini perlu untuk diikuti oleh seluruh mahasiswa pertanian agar mahasiswa mengetahui seluk beluk pendidikan pertanian secara luas.
Pihaknya berharap melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UIM khusus dapat menjalin mitra dengan baik dan juga mahasiswa dapat bersinergi memajukan FP menjadi lebih unggul.
“Melalui kegiatan ini, diharap mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat sehingga mereka dapat mengamalkan ilmunya nanti di lingkungan masyarakat,” ujarnya (Ila)
Fakultas Pertanian UIM Gelar Kuliah Tamu Sekaligus MoU

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pengembangan Tanaman Lokal Madura Menjadi Varietas Unggul Berdaya Saing” dihadiri oleh kaprodi Agroteknologi, Agribisnis, dan Agrobisnis Perikanan, dosen agroteknologi, serta seluruh mahasiswa Agroteknologi UIM.
Dekan Fakultas Pertanian, Soimus Sholeh,MP. Menuturkan bahwa tema tersebut diangkat untuk mengembangkan komoditas lokal agar varietas lokal tersebut tidak punah. Selain itu, Soimus mengatakan poin MoU yang telah disepakati yakni tindak lanjut magang mahasiswa pertanian selama 1 semester.
“Kegiatan ini pematerinya dari direktur PT. Gars yang saat ini konsen di bidang jagung lokal Madura,” ungkap soimus.
Pihaknya berharap agar UIM khususnya fakultas pertanian siap melakukan kolaborasi dengan lembaga lain agar proses pembelajaran tidak terbatas oleh minimnya sarana dan prasarana.
“Secara teknis sarana dan prasana fakultas pertanian kurang memadai, jadi perlu adanya kerjasama dengan lembaga lain agar kegiatan pembelajaran berjalan efektif,” tutupnya. (ila)
